BERKURBAN SEJAK USIA DINI

Penulis : Suci Rohaniyah, S.Pd.

Seorang anak dengan karakter dan keunikannya masing-masing sebagian besar dari mereka pasti akan bertanya kenapa saat hari raya Idul adha harus mengorbankan hewan yang tidak bersalah? Bisa saja, anak melihatnya sebagai tindakan kejam dan bertentangan dengan sifat Allah SWT yang maha pengasih dan maha penyayang, yang mencintai setiap mahluk ciptaannya.

Sebagai pendidik dan orang tua tentunya kita harus dapat menjelaskan makna berkurban sejak dini kepada buah hati, tindakan pengorbanan ini tidak berarti bahwa Allah SWT menginginkan orang atau binatang disakiti, namun pengorbanan ini menunjukkan bahwa seseorang bersedia melepaskan hartanya bahkan harta yang paling berharga sebagai bentuk keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Didalam ajaran agama Islam juga menjunjung tinggi kasih sayang, termasuk pada hewan. Oleh karena itu dalam Islam ada tata cara khusus dalam menyembelih hewan agar hewan tidak tersiksa. Di samping itu hewan kurban juga dipilih dengan seksama, hewan yang cacat, sedang sakit atau masih terlalu muda umurnya tidak boleh dijadikan hewan qurban. Mengorbankan hewan juga jadi cara umat muslim berbagi dengan sesama, karena manfaat qurban akan dirasakan oleh banyak orang dan bisa meningkatkan persaudaraan dan rasa solidaritas terhadap sesama manusia.

Cara yang paling efisien untuk menjelaskan makna hari raya Idul Adha terhadap anak usia dini adalah dengan lebih mendekatkan anak pada cerita tentang Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Siti Hajar sebagai sosok ayah, anak, dan ibu yang sempurna sebagai sebuah keluarga. Kecintaan mereka terhadap Allah SWT melebihi kecintaan mereka dari apapun di dunia sehingga Nabi Ibrahim AS berprasangka baik kepada Allah SWT yang memerintahkannya menyembelih putranya Nabi Ismail AS, Nabi Ismail pun bersedia disembelih karena ia menyakini semua itu sebagai perintah Allah SWT yang maha kuasa. Pada saat akan disembelih, pada saat itulah Allah SWT menunjukkan keagungan dan kebesarannya dengan menggantikannya dengan seekor biri-biri (kibas) yang besar.

Salah satu makna penting yang bisa kita ajarkan kepada putra-putri kita di hari raya Idul Adha adalah bahwa hidup ini tidak selalu mudah. Ada kalanya kita harus melakukan pengorbanan dari apa yang sudah kita miliki. Hal ini kita bisa membentuk karakter anak yang mandiri dan bekerja keras

Dengan berqurban sebagai pendidik dan orang tua kita dapat mengajarkan putra-putri kita tentang arti pentingnya berbagi kepada sesama. Tidak hanya sampai menyembelih hewan qurban saja, tetapi kita juga harus membagikannya kepada orang lain disekitar kita, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Sebagai orang yang mampu maka sudah sebaiknya kita membantu dan berbagi ke orang lain yang lebih membutuhkan karena didalam harta yang kita miliki, terdapat harta orang lain yang harus kita berikan kepada mereka, khususnya kepada mereka yang kurang mampu. Dengan mengetahui makna berqurban di hari raya Idul Adha, kita dapat membentuk karakter anak yang suka berbagi, rajin bersyukur dan sayang terhadap sesama.

Penanaman nilai-nilai positif dari berqurban tidak bisa dilakukan hanya menjelang hari raya Idul Adha saja, hal ini harus dilakukan secara konsisten sejak usia dini agar anak bisa mendapatkan pemahaman yang benar sehingga pada akhirnya bisa dijadikan pedoman hidup kelak ketika dewasa.